5 Kebiasaan di Amerika yang Berhasil Bikin Saya Gagap

Culture shock, istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada perasaan seperti terkejut ketika seseorang masuk ke lingkungan tertentu yang memiliki budaya yang berbeda. Hal seperti ini bisa sangat menyebalkan karena membuat kebingungan orang yang mengalaminya, dan di kasus ini, saya lah yang menjadi korban.

Saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya selama jadi mahasiswa di sebuah kampus di Amerika Serikat. Saat pertama datang ke negara ini, saya merasa benar-benar terkesima melihat beberapa hal yang tidak saya temukan sebelumnya ketika saya di Indonesia. Maklum, orang kampung yang tidak pernah kemana-mana dan cuma bisa gaul di sekitaran rumah.

Awal-awal kuliah di sana, saya lumayan kebingungan dengan beberapa kebiasaan yang orang Amerika lakukan. Meski hal sepele tapi lumayan bikin dahi mengernyit karena heran. Nah, buat kamu yang mau kuliah atau sekedar melancong ke negeri Paman Sam, mungkin cerita ini bakal bisa mengurangi rasa kaget kamu di sana.

minum selalu dengan es

Banyak Es di Hampir Setiap Minuman

Entah ada hubungan apa orang Amerika dengan es tapi mereka seperti terobsesi dengan benda dingin ini. Hampir setiap minuman (kecuali di musim dingin) mereka tambahkan, bukan hanya satu atau dua tapi setumpuk es batu! Saat saya tanya kenapa mereka memasukan banyak es ke minuman mereka hanya menjawab, “It’s refreshing. That’s the reason we drink, right?” (Es itu menyegarkan. Bukannya itu, ya, alasan kita minum?).

Ya, memang, sih, kita minum untuk menyegarkan tubuh tapi gak perlu sebanyak itu juga. Hadeuh!

labu kuning dimana-mana

Segala Olahan dari Labu Kuning

Ada satu lagi obsesi orang Amerika yang bikin saya gagal paham, obsesi mereka terhadap labu kuning. Buah kuning dan besar ini hampir dibuat menjadi segala jenis makanan. Kamu bisa menemukan sup, kue, cemilan, pie, semuanya terbuat dari labu kuning. Yang jadi masalah bukan karena makanan ini tidak enak, tapi bikin gagal paham adalah kenapa mereka memilih labu kuning sementara Amerika bukan penghasil labu kuning.

Bukan hanya labu, Amerika juga jadi salah satu pengkonsumsi kopi terbesar di dunia. Padahal untuk produsen terbesarnya sendiri, Brazil, tidak termasuk ke dalam 5 negara pengkonsumsi kopi terbanyak.

setir kiri di amerika

Setir Kiri

Untuk yang satu ini mungkin sudah tidak aneh, ya. Sudah jadi rahasia umum kalau beberapa negara di dunia memang menggunakan kendaraan roda empat dengan setir di sebelah kiri. Karena rancangan setir yang seperti ini, secara otomatis laju kendaraan pun berada di sisi yang sebaliknya. Kalau di Indonesia mobil akan melaju di jalur kiri, di Amerika jalur kiri hanya dipakai untuk menyalip kendaran.

Untuk saya yang sudah bertahun-tahun menyetir mobil waktu di Indonesia, tetap saja seperti belajar mobil lagi ketika harus menyetir di Amerika. Masih terbawa kebiasaan menyetir di jalur kiri, banyak orang Amerika yang menyangka saya membawa mobil dengan ugal-ugalan.

perbedaan sistem pengukuran

Sistem Imperial

Yang satu ini adalah hal yang paling menyebalkan yang pernah saya temui di Amerika. Sebagai mahasiswa teknik, sistem pengukuran akan selalu dilibatkan di dalam tiap urusan dan seakan sudah menjadi harga mati.  Di Indonesia kita semua sudah dimanjakan dengan sistem metrik dengan menggunakan meter, sentimeter, kilogram, dll. Semua itu menjadi kacau balau ketika kamu harus beradaptasi dengan sistem imperial yang digunakan oleh publik Amerika.

Kamu harus belajar untuk mengkonversi ukuran meter ke kaki, sentimeter ke inci, kilogram ke pounds, dll. Belum lagi penulisan tanggal yang dibulak-balik karena urutan menulis tanggal di Amerika adalah MM-DD-YY tidak seperti kebanyakan negara di dunia yang menggunakan format DD-MM-YY. Ah, sudahlah.